<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MARKETIVA AGEA PALING OKE! &#187; Analisa Fundamental</title>
	<atom:link href="http://marketiva.web.id/tag/analisa-fundamental/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marketiva.web.id</link>
	<description>Marketiva AGEA Indonesia &#124; Belajar Forex untuk Pemula dan Professional yang Paling Bagus.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 00:22:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Bermain Forex</title>
		<link>http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 12:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva]]></category>
		<category><![CDATA[Valas Online]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca artikel berjudul Mari Kita Cegah Hyper Inflasi di Indonesia, mungkin anda memiliki pertanyaan bagaimana cara mengamankan harta benda anda di jaman mata uang yang sudah di perdagangkan seperti sekarang ini. Saat ini mata uang yang anda pegang bukanlah uang yang sesungguhnya, Rupiah saat ini hanya berfungsi sebagai alat tukar saja yang bisa berubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah membaca artikel berjudul <a title="Mari Kita Cegah Hyper Inflasi" href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" target="_blank">Mari Kita Cegah Hyper Inflasi di Indonesia</a>, mungkin anda memiliki pertanyaan bagaimana cara mengamankan harta benda anda di jaman mata uang yang sudah di perdagangkan seperti sekarang ini. Saat ini mata uang yang anda pegang bukanlah uang yang sesungguhnya, Rupiah saat ini hanya berfungsi sebagai alat tukar saja yang bisa berubah nilainya. Dari tahun ke tahun nilai tukar mata uang cenderung menurun. Berbeda dengan uang sesungguhnya pada jaman uang logam yang dibuat dari emas, uang tersebut tidak akan berubah nilainya karena memiliki nilai intrinsik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip istilah Robert T Kiyosaki, Uang adalah ilusi, bagi anda yang menganggap uang adalah nyata, maka berhati hatilah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-261"></span>Untuk itulah anda perlu belajar bagaimana mekanisme mata uang itu bekerja, bagaimana mata uang diperdagangkan sama seperti komoditi lain, jadi di sini uang bukan lagi berfungsi sebagai alat tukar.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa manfaat dari belajar berdagang valuta asing sekaligus sebagai jawaban dari pertanyaan Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Bermain Forex.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Dengan belajar main valas anda akan mengetahui kapan suatu mata uang akan naik dan kapan akan turun. Dengan mengetahui hal tersebut maka anda bisa mengambil keuntungan dengan membeli mata uang di harga murah untuk kemudian dijual di harga tinggi, atau anda jual dulu apabila anda punya mata uang bernilai rendah, dan apabila harga sudah habis pergerakan turunnya maka anda bisa beli lagi mata uang bersangkutan apabila diperlukan.</li>
<li>Dengan belajar forex anda akan mengetahui mata uang apa yang nilai tukarnya paling kuat. Saat ini GBP adalah mata uang terkuat di dunia, nilainya dua kali lipat USD, kadang bahkan lebih.</li>
<li>Dengan mengetahui mata uang yang kuat dan nilainya cenderung naik, maka anda bisa berinvestasi di mata uang tersebut dengan harapan mendapat kapital gain pada masa mendatang.</li>
<li>Dengan mengetahui bahwa uang adalah ilusi, yang nilainya maya dan bisa berubah setiap saat, maka anda bisa memilih untuk berinvestasi pada produk yang lebih baik misalnya tanah, real estate, emas dan lainnya.</li>
<li>Dengan mengetahui cara kerja uang serta perdagangan uang, maka otomatis kecerdasan anda tentang uang atau kecerdasan finansial anda meningkat. Dengan kecerdasan finansial yang bagus maka anda bisa mempertahankan dan mengembangkan kekayaan anda sekarang, esok dan nanti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk anda yang awam sama sekali dengan perdagangan valas, belumlah terlambat apabila saat ini ingin belajar tentang perdagangan valas atau forex trading. Mari tingkatkan kecerdasan finansial untuk kehidupan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang pertanyaannya, dimana bisa belajar mekanisme valas secara gratis? Apakah masih ada? Anda tidak perlu kuatir, dimana ada keinginan maka disitu pasti ada jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Memperkenalkan, broker valas gratis dan terbaik di dunia (terbaik karena brokernya memang baik dengan memberikan anda modal uang betulan $5 dan uang mainan $20,000) untuk keperluan anda belajar valas dan untuk meningkatkan kecerdasan finansial anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami persembahkan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a>! Broker terbaik di dunia: <span class="frn-pge-nh-text">With more than 520,000 serviced users, 310,000 unique and live trading accounts, and more than 3.7 million live orders executed each month, </span><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva.com</a><span class="frn-pge-nh-text"> is one of the most popular over-the-counter market makers in the world.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> didirikan pada awal 2005 oleh grup profesional finansial dan para ilmuwan komputer. Tim <a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">www.marketiva.com</a> telah memiliki pengalaman gabungan lebih dari 30 tahun dalam pasar finansial. <a target="_blank" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva</a> merupakan market maker paling populer di dunia.</p>
<p style="text-align: center;">===oOo===</p>
<h2 style="text-align: center;">Tertarik dengan <a target="_blank" title="Belajar Forex Trading Valas di Marketiva" href="http://www.marketiva.com/?gid=277" target="_blank">Marketiva.com</a>?</h2>
<h2 style="text-align: center;"><a target="_blank" title="Buka Account Marketiva, Dapatkan Tunai $5" href="https://www.marketiva.com/index.ncre?page=open-account&amp;gid=277" target="_blank">Ayo Daftar Sekarang Juga!</a><br />
Kurang dari 5 menit anda sudah langsung bisa trading!</h2>
<p style="text-align: center;">===oOo===</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="cara menukar mata uang untuk bermain forex">cara menukar mata uang untuk bermain forex</a>, <a href="http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="main forex apa yg bagus skrg">main forex apa yg bagus skrg</a>, <a href="http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html" title="mata uang asing yang cenderung naik nilainya">mata uang asing yang cenderung naik nilainya</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/alasan-mengapa-anda-harus-belajar-bermain-forex.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Fundamental</title>
		<link>http://marketiva.web.id/analisa-fundamental.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/analisa-fundamental.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 00:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Marketiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wikamaha.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Analisa Fundamental adalah metode analisis menggunakan kekuatan fundamental dari suatu negara. Secara umum kekuatan fundamental suatu negara ditunjukan dengan data-data ekonomi negara bersangkutan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para trader membuat keputusan menggunakan laporan bisnis, fundamental ekonomi, faktor teknis dan informasi lainnya yang berhubungan. Trader teknikal menggunakan chart, trend line, level support dan resistance, pola angka-angka dan analisa matematis untuk mengidentifikasi peluang trading, sementara itu trader fundamentalis memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan bisnis, indikasi kebijakan baru pemerintah dan laporannya, dan bahkan juga rumor. Bagaimanapun juga, pergerakan harga yang dramatis dapat terjadi apabila ada peristiwa yang tidak diharapkan terjadi. Peristiwa tersebut bisa berupa penaikan suku bunga dari bank central sampai peristiwa politik ataupun kegiatan perang. Meskipun demikian, seringkali bukanlah peristiwa itu sendiri yang menggerakkan pasar, akan tetapi pengharapan dari sebuah peristiwa itulah yang menciptakan pergerakan pasar.</p>
<p>Analisa Fundamental adalah metode analisis menggunakan kekuatan fundamental dari suatu negara. Secara umum kekuatan fundamental suatu negara ditunjukan dengan data-data ekonomi negara bersangkutan.</p>
<p>Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya terhadap mata uang USD</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Avarage Earning Naik, USD, USD Menguat</li>
<li>Balance of Payment Naik, USD Menguat</li>
<li>Budget Deficit Turun, USD Menguat</li>
<li>Business Inventories Turun, USD Menguat</li>
<li>Capacity Utilization Naik, USD Menguat</li>
<li>Car Sales Naik, USD Menguat</li>
<li>Chicago PMI (Purchasing Management Index) Naik, USD Menguat</li>
<li>Construction Spending Naik, USD Menguat</li>
<li>Consumer Confidence Index (CCI) Naik, USD Menguat</li>
<li>Consumer Credit (CI) Naik, USD Menguat</li>
<li>Consumer Price Index (CPI) Turun, USD Menguat</li>
<li>Consumer Spending (Expenditure) Turun, USD Menguat</li>
<li>Cost of Living Naik, USD Menguat</li>
<li>Current Account Turun, USD Menguat</li>
<li>Corporate Profit Naik, USD Menguat</li>
<li>Deflation Naik, USD Menguat</li>
<li>Discount Rate Naik, USD Menguat</li>
<li>Durabel Goods Orders Naik, USD Menguat</li>
<li>Economic Monetary System (EMS) Naik, USD Menguat</li>
<li>Factory Orders Naik, USD Menguat</li>
<li>Federal Budget Naik, USD Menguat</li>
<li>Federal Reserve Fund Naik, USD Menguat</li>
<li>Gross Domestic Product (GDP) Naik, USD Menguat</li>
<li>Gross national Product (GNP) Naik, USD Menguat</li>
<li>Housing Start Naik, USD Menguat</li>
<li>Industrial Productions Naik, USD Menguat</li>
<li>Invisible Trade Turun, USD Menguat</li>
<li>Jobless Claims Naik, USD Menguat</li>
<li>Leading Indicators Naik, USD Menguat</li>
<li>Money Supply (M,M,M,M) Naik, USD Menguat</li>
<li>National Association Purchasing Managers (NAPM) Naik, USD Menguat</li>
<li>Non Farm Payrolls Naik, USD Menguat</li>
<li>Personal Expenditure Naik, USD Menguat</li>
<li>Personal Income Turun, USD Menguat</li>
<li>Prime Rate Naik, USD Menguat</li>
<li>Product Price Index (PPI) Naik, USD Menguat</li>
<li>Public Sector Debt Repayment Naik, USD Menguat</li>
<li>Retail Sales Turun, USD Menguat</li>
<li>Trade Balance Naik, USD Menguat</li>
<li>Trade Devicit Turun, USD Menguat</li>
<li>Trade Weighted Index Turun, USD Menguat</li>
<li>Unemployment rate Turun, USD Menguat</li>
<li>Unit Labour Cost Naik, USD Menguat</li>
<li>Value Added Tax Naik, USD Menguat</li>
<li>Visible Trade Naik, USD Menguat</li>
<li>Whole Sale Price Index Naik, USD Menguat</li>
<li>Whole Sale Order Naik, USD Menguat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
Setiap berita baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi dapat menjadi faktor fundamental yang penting untuk dicermati. Pada dasarnya analisa fundamental dapat dikelompokan menjadi empat kategori besar, yaitu:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Faktor Ekonomi</li>
<li>Faktor Politik</li>
<li>Faktor Keuangan dan Moneter</li>
<li>Faktor Eksternal</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
FAKTOR EKONOMI<br />
Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian suatu negara, indikator ekonomi merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Seiring kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mendapatkan sumber informasi terkini seorang trader juga sering menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental diantaranya:</p>
<p>1. Gross Domestic Product<br />
Gross Domestic Product merupakan jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu periode tertentu.</p>
<p>2. Inflasi<br />
Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP merupakan indikator yang sangat penting bagi seorang Trader dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di luar negeri. Beberapa indikator untuk mengetahui tingkat inflasi:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Producer Price Index (PPI), adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.</li>
<li>Consumer Price Index (CPI), digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks tersebut, CPI dan PPI, digunakan Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku bunga apabila salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan sebaliknya. Sebagai contoh, dampak Perang Teluk 1991 memicu naiknya harga minyak bumi sehingga indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak mengambil tindakan apa pun.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
3. Balance of Payment<br />
Balance of Payment merupakan suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment. Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.</p>
<p>4. Employment<br />
Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment. Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.</p>
<p>FAKTOR POLITIK<br />
Faktor Politik merupakan salah satu indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing / waktu terjadinya secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya tidak membawa dampak apapun terhadap pergerakan nilai tukar. Contoh: gejolak politik yang terjadi di Indonesia pada pasca pergantian kepemimpinan nasional dari masa pemerintah Orde Baru 1966-1998 sampai ke Orde Reformasi menimbulkan gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat signifikan. Namun ada kalanya isu politik tidak mempengaruhi fluktuasi nilai tukar, seperti dalam kasus Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton dan Monica Lewinsky pada tahun 1998 yang tidak serta merta membawa dampak terhadap perubahan nilai tukar Dollar AS.</p>
<p>FAKTOR KEUANGAN &amp; MONETER<br />
Peranan Faktor Keuangan sangat penting dalam melakukan Analisis Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijaksanaan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Para pengamat pasar valuta asing menyatakan bahwa tingkat suku bunga adalah penentu utama nilai tukar suatu mata uang, selain indikator keuangan lainnya, seperti jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga ini adalah: semakin tinggi tingkat suku bunga maka semakin kuat juga nilai tukar suatu mata uang.Tingkat suku bunga yang dimaksudkan disini adalah tingkat suku bunga riil bukan yang nominal. Seorang Trader akan bereaksi terhadap perubahan selisih tingkat suku bunga, bukan pada perubahan tingkat suku bunga secara individual.</p>
<p>FAKTOR EKSTERNAL<br />
Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap nilai tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat membawa dampak regional bagi perekonomian negara-negara yang berada di kawasan yang sama. Dalam era alokasi global asset, arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para Fund Manager, Investor dan Hedge Fund yang melakukan investasi secara global sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke dalam lingkup satu kawasan / regional tertentu.</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/analisa-fundamental.html" title="analisis fundamental atas dollar dan rupiah">analisis fundamental atas dollar dan rupiah</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/analisa-fundamental.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Valas Sederhana Bagian 3 dari 4</title>
		<link>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 00:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Bertrading bukanlah suatu ilmu pasti 1+1=2 jadi jangan sia-siakan uang anda untuk kursus-kursus yang menjanjikan keuntungan trading secara pasti kalau memang kursus tersebut pasti bisa menjamin kesuksesan anda bertrading ngapain mereka masih sibuk buka usaha kursus bukankah lebih baik mengurusi trading mereka sendiri? Kunci utamanya seringlah berlatih. Segala bacaan atau ilmu dapat anda peroleh secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bertrading bukanlah suatu ilmu pasti 1+1=2 jadi jangan sia-siakan uang anda untuk kursus-kursus yang menjanjikan keuntungan trading secara pasti kalau memang kursus tersebut pasti bisa menjamin kesuksesan anda bertrading ngapain mereka masih sibuk buka usaha kursus bukankah lebih baik mengurusi trading mereka sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Kunci utamanya seringlah berlatih. Segala bacaan atau ilmu dapat anda peroleh secara gratis lewat googling browsing di internet atau bertukar pikiran dengan rekan-rekan di forum atau millis.</p>
<p style="text-align: justify;">Trick diatas juga tidak menjanjikan keuntungan yang pasti tetapi paling tidak dengan menerapkan logika diatas anda sudah berada pada jalur yang tepat dan anda tidak bertrading secara buta. Anda sudah mendapatkan dasar dalam pengambilan suatu keputusan. Semoga masukan dari saya bisa memberi kesuksesan bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-196"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Management Resiko</span><br />
Yang namanya salah analisa atau perhitungan sangat wajar terjadi pada saat bertrading salah satu yang paling penting adalah margin anda. Trading yang aman sebaiknya hanya menggunakan 10-20% dari margin anda sisanya sangat diperlukan untuk menghadapi hal-hal yang terjadi diluar dugaan. Atau kalau tidak mau pusing jalan paling sederhana adalah melakukan cut loss.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama yang akan dibahas adalah melakukan tindakan average misalnya anda mengalami loss sampai dengan 50 point atau bahkan lebih tetaplah bersikap tenang tetap pada pedoman yang utama ambil tindakan berpedoman pada harga high atau low harian beraksi jika harga telah matang walaupun posisi masih kalah usahakan equity anda terus bertambah sehingga paling tidak anda memperoleh hasil impas dan modal awal anda tidak kena makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah kedua adalah tindakan locking atau hedging tindakan ini maksudnya untuk membatasi kerugian anda agar tidak terus membengkak bersabarlah dan tetap berfikir tenang maka kekusutan ini akan dapat diselesaikan dengan cantik dan anda bisa tetap memperoleh keuntungan manfaatkan virtual account untuk belajar memanagement resiko anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah ketiga adalah cutt loss hal ini tidak perlu dibahas lebih dalam karena sangat simple hanya anda akan mengalami kerugian sekian poin sesuai dengan apa yang anda mampu terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam melakukan management resiko sangat diperlukan ketenangan sikap. Keputusan entry tetap berpedoman pada harga high dan low biarpun pada saat anda melihat minus pointnya sudah besar, tapi berpikirlah seolah anda masih tidak ada minus yang dikhawatirkan akibat panik anda langsung me-locking atau me-average posisi anda padahal harga bergerak saat itu belum matang akibatnya bisa tambah runyam.</p>
<p style="text-align: justify;">Point utamanya adalah usahakan agar equity awal anda tidak berkurang akibat kesalahan menganalisa bayarlah kerugian point anda dengan point yang anda peroleh kembali dari trading yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Contoh kasus hari Senin 5 Desember 2005</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tema : Akibat serakah<br />
Pairs: GBP-USD</p>
<p style="text-align: justify;">Senin sekitar jam 23:00-24:00<br />
Harga tick 1.7394 harga High di 1.7416 sudah koreksi turun ke 1.7364 balik kembali menuju ke 1.17390 an bergerak seakan susah menembus ke 1.7390 harga bergerak di kisaran 1.7385-1.7390 an bahkan cenderung untuk turun semua indikataor dan analisa chart juga menunjukan signal bearish range harga pun sudah dirasakan cukup matang di 140 an point.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi USD-CHF juga sudah stabil nilai range USD-CHF juga dirasakan sudah matang karena sudah mencapai 140 poinan Hanya USD-JPY yang dirasakan masih kurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal seperti ini rawan dan memicu untuk segera mengambil posisi walaupun sebenarnya harga masih bisa naik lagi tapi kesimpulan kita ini Cuma koreksi saja dan akhirnya ternyata harga di swing ke atas break high terus sampai mencapai puncak ke 1.7440 an.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian seperti diatas bisa menimbulkan loss yang cukup besar sebenarnya asal sabar masih bisa dicegah hanya saja kemampuan kita menahan emosi yang masih sangat minim sehingga mengakibatkan mengambil keputusan secara terburu-buru.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda bersabar dan tidak serakah pada hasil trading beberapa menit yang lalu sebenarnya anda sudah mengantongi kemenangan sekitar 30 poin persis seperti target. Dalam kasus ini kemampuan mengontrol dirilah yang menjadi factor loss atau profitnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Kesalahan fatal yang terus berlanjut</span><br />
Begitu mendapati harga terus naik mungkin anda mencoba mengaveragenya namun tindakan ini terlalu dini karena anda mengaveragenya pas sudah pagi masuk sesi Australia-Jepang. Peraturan basic harus diingat bertradinglah di market Amerika karena di market Amerikalah pergerakan harga yang sebenarnya terbentuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Apa dasar saya mengambil keputusan entry?</span><br />
Coba anda renungkan kembali pertanyaan diatas sebaik-baiknya!<br />
Apakah karena chart candle stick apakah karena tehnikal indicator yang sudah konfirm? Sedangkan banyak diantara kita bahkan saya sendiri yang masih bingung mengadopsi time frame yang tepat 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 4 jam, daily, weekly, monthly?</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan jika di cermati indicator tehnikal juga mengkonfirmasikan secara berlainan pada setiap time framenya jadi mana yang benar? Saya juga bingung. Memang factor range bisa saja terjadi miss tapi apakah factor analisa candle stick dan tehnikal indicator lainnya juga bisa menjamin tidak pernah miss?</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="analisa teknikal di marketiva">analisa teknikal di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="analisa teknikal marketiva">analisa teknikal marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="analisa teknikal forex marketiva">analisa teknikal forex marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="analisi teknikal marketiva">analisi teknikal marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="analisis teknikal marketiva">analisis teknikal marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="belajar membaca chart marketiva">belajar membaca chart marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="contoh kasus resiko valuta asing">contoh kasus resiko valuta asing</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html" title="teknikal analisis marketiva">teknikal analisis marketiva</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-3-dari-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Marketiva Forex Umum</title>
		<link>http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 12:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Forex atau Foreign Exchange atau biasa juga disebut Future Trading merupakan kegiatan jual beli mata uang asing yang dilakukan untuk memperoleh selisih antara harga jual dengan harga beli (profit) atau keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam forex/margin/stock, kita tidak dapat mengontrol berapa besar profit yang akan kita dapatkan karena itu tergantung dari hoki kita. TAPI, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Forex</span> atau <span style="font-style: italic;">Foreign Exchange</span> atau biasa juga disebut <span style="font-style: italic;">Future Trading</span> merupakan kegiatan jual beli mata uang asing yang dilakukan untuk memperoleh selisih antara harga jual dengan harga beli (profit) atau keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam forex/margin/stock, kita tidak dapat mengontrol berapa besar profit yang akan kita dapatkan karena itu tergantung dari hoki kita. TAPI, kita bisa mengontrol berapa besar/kecil kerugian kita, di sini yang paling dominan adalah manajemen resiko (Risk Management) dan manajemen uang (Money Management).</p>
<div style="text-align: justify;">Indek (mata uang/bursa) selalu bergerak seiring dengan roda perekonomian suatu negara, hal yang paling mendasar adalah siapakah diri kita dan siapa pasar itu, jika kita telah menyatu dengan pasar, maunya pasar jelas, kita akan mampu lebih baik mendapatkan hasilnya, baru2 ini Jepang berusaha menahan laju penguatan mata uangnya menghabis 3 milyar dollar US, mengapa kita tidak bermain di dalamnya&#8230;?</p>
<p>Saran saya jangan melawan pasar, berusaha memahami arah pasar, bukan hanya berprinsip mengharap pada rebounding market, pengalaman anda juga wajar karena pendidikan formal untuk ini sangat terbatas.., baru satu atau dua lembaga pendidikan (asing) yang membuka pendidikan formal khusus di Indonesia, itupun dengan biaya yang wahh&#8230; (sebagian pendidikan diselesaikan di singapore)</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="font-style: italic;">Ada beberapa faktor penentu dalam kesuksesan melakukan Trading</span>:</p>
<p><span style="font-style: italic; color: #3366ff; font-weight: bold;">Psikologi Individu</span></p>
<p>Terdapat 6 psikologi yang mempengaruhi individu dalam bertransaksi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bertanggung jawablah terhadap modal anda</li>
<li>Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan</li>
<li>Disiplin</li>
<li>Terlalu banyak informasi</li>
<li>Jangan menikah dengan perdagangan anda</li>
<li>Jangan bertaruh di ladang ini</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Penjelasan:</span><span style="color: #3366ff;"><br />
Bertanggung jawablah terhadap modal anda </span></p>
<div style="text-align: justify;">Sangatlah menarik dimana banyak orang senang menaruh simpanan dan dana mereka dalam tangan orang lain, menerima kerugian seperti dengan mudahnya menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab terhadap dana mereka sendiri.</div>
<div style="text-align: justify;">Langkah pertama sebagai individu adalah percaya pada diri anda sendiri dan kemampuan anda sendiri. Satu dari penemuan yang sangat mengejutkan ketika anda mulai bertransaksi atau memiliki pengamatan dari pasar saham bagaimana para ahli sangat sering melakukan kesalahan. Hal ini merupakan penyokong kepercayaan yang sesungguhnya ketika anda mulai mengerti bahwa dengan latar belakang yang kokoh dan pengetahuan, disiplin dan penetapan rencana perdagangan yang baik akan membuat anda melakukan tindakan profesional.<br />
Anda<span style="font-family: georgia;"> akan berada dalam sebuah pasar yang bergerak beberapa kali lebih cepat daripada pasar lainnya dan dengan leverage, penghargaan dan kerugian bercampur berulang kali. Jalan terbaik untuk mengatasi pikiran dari penggunaan uang anda sendiri dan volume anda akan melakukan transaksi adalah melupakan tentang uang dan bicarakan bagian dari poin-poin. Jadi daripada menghitung keuntungan dan kerugian anda dalam faktor-faktor dari dolar, bicarakan faktor-faktor dari poin-poin keuntungan dan kerugian. Jika anda mengambil hal ini pada tingkat yang sangat awal, ini akan terasa sama jika anda melakukan perdagangan demo, mini atau 10 kontak dari rekeni</span>ng penuh.</p>
<div style="text-align: justify;">Ketika melakukan perdagangan rekening demo, kebanyakan orang melakukannya dengan sangat baik. Mereka berdagang tanpa rasa takut. Tapi ketika mereka bertransaksi dengan uang sesungguhnya, meskipun hanya rekening mini, tiba-tiba mereka menemukan diri mereka bertransaksi dengan sikap dimana mereka kehilangan banyak kesempatan dan mengumpulkan banyak kerugian. Mereka dengan mudah kehilangan keberanian mereka dan masuk ke dalam rasa takut dan tamak. Hal ini dapat terjadi juga ketika anda berangkat dari rekening mini ke rekening penuh atau dari kontrak perdagangan sendiri ke kontrak perdagangan multiple.</div>
</div>
<div style="text-align: justify;">Cobalah dan berdaganglah tanpa pikiran akan berapa banyak uang anda yang mungkin akan untung atau rugi. Berdagang dengan pemikiran yang benar, tidak peduli berapa banyak kontrak yang anda perdagangkan atau bahkan jika anda melakukan transaksi di rekening demo.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Konsep sederhana ini merupakan salah satu konsep tersulit untuk dilaksanakan dan ini menyebabkan kematian bagi kebanyakan pedagang. Kebanyakan pedagang melanggar rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dan mengambil keuntungan mereka sebelum meraih target keuntungan mereka karena mereka merasa tidak nyaman duduk di posisi yang menguntungkan. Jenis orang yang sama ini akan dengan mudah duduk di posisi kerugian, mengijinkan pasar bergerak terhadap mereka untuk ratusan poin dengan harapan bahwa pasar akan kembali. Tambahan, pedagang yang perintah stop mereka telah terkena berulang kali hanya untuk melihat pasaran kembali pada kehendak mereka, sekali mereka keluar, mereka dengan cepat memindahkan perintah stop dari perdagangan mereka dengan satu kepercayaan bahwa hal ini akan selalu menjadi kasus. Perintah stop diadakan untuk dikenai, dan untuk menghentikan anda dari kerugian melebihi jumlah yang ditetapkan sebelumnya! Kepercayaan yang salah adalah bahwa setiap transaksi haruslah menguntungkan. Jika anda telah memperoleh keuntungan 3 dari 6 transaksi maka anda telah melakukannya dengan baik. Bagaimana mungkin anda dapat menghasilkan uang dengan hanya setengah dari perdagangan anda untuk menjadi pemenang? Sederhana saja, anda ijinkan keuntungan anda pada saat menang untuk berputar dan yakinkan bahwa kerugian yang anda alami adalah minimal.<br />
Strategi bagus lainnya adalah menggerakan stop loss (poin dimana transaksi akan terjual jika berjalan ke jalan yang salah) di balik perdagangan ke tingkat dimana penarikan kembali dapat diakomodasikan tetapi pembalikan akan terkunci paling tidak memperoleh sedikit keuntungan.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Disiplin</span></p>
<div style="text-align: justify;">Berdaganglah dengan perencanaan yang disiplin. Masalah dari banyak pedagang adalah mereka menganggap berbelanja lebih serius dibandingkan perdagangan. Pembelanja rata-rata tidak akan mengeluarkan $400 tanpa penelitian yang serius dan pemeriksaan produk yang hendak dibeli, juga pedagang rata-rata akan membuat sebuah perdagangan dengan mudah membebaninya $400 didasari pada sedikit daripada &#8220;perasaan&#8221; atau &#8220;dugaan&#8221;. Yakinkan bahwa anda memiliki rencana sebelum anda mulai bertransaksi. Rencana harus termasuk didalamnya level stop dan limit untuk bertransaksi, sama seperti analisa anda harus meliputi sisi bawah yang diharapkan sebaik sisi atas yang diharapkan.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Terlalu banyak informasi</span></p>
<div style="text-align: justify;">Seperti banyak usaha-usaha keras lainnya, sangatlah penting untuk tetap berdagang secara sederhana. Banyak pedagang memulai dengan strategi yang sederhana dan sukses, tapi menemukan diri mereka mencoba memotong dan mengubah untuk menemukan sistem yang lebih baik. Mereka juga mengijinkan diri mereka untuk dipengaruhi oleh pendapat lain dan terlalu banyak fundamental.<br />
Perdagangan pasar saham biasanya serupa dalam hal ini. Pelatihan yang baik adalah untuk mengajarkan seorang anak atau remaja strategi perdagangan yang sederhana atau rancangan aturan untuk diikuti dan membiarkan mereka untuk berdagang rekening demo. Banyak pedagang yang telah melakukan ini merasa surprise bahwa anak-anak mereka dapat melakukan transaksi dengan baik, konsisten dan seringkali dengan hasil yang spektakuler. Pelajarannya adalah bahwa mereka tidak menyimpang dari aturan-aturan yang ada dan tidak terpengaruh oleh media atau fundamental. Banyak pedagang tidak memperhatikan fundamental sama sekali dan sukses dalam bertransaksi. Aturan di sini adalah untuk tetap menjadikannya sederhana, jangan ijinkan diri anda untuk menjadi bingung dengan terlalu banyak informasi dan jika anda tidak yakin atau tidak dalam emosi dalam pikiran yang baik, jangan melakukan transaksi.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Jangan menikah dengan perdagangan anda</span></p>
<div style="text-align: justify;">Alasan berdagang dengan perencanaan adalah sangat penting karena analisa terobjektif adalah telah dilakukan sebelum perdagangan dilaksanakan. Sekali seorang pedagang berada dalam posisi mereka cenderung menganalisa pasar berbeda dalam &#8220;harapan&#8221; bahwa pasar akan bergerak ke dalam arah yang diinginkan daripada penglihatan objektif pada faktor-faktor yang berubah yang mungkin berbalik terhadap analisa asli anda. Hal ini khususnya merupakan kerugian yang sebenarnya. Pedagang dengan posisi kalah cenderung untuk menikahi posisi mereka, yang menyebabkan mereka mengabaikan kenyataan bahwa semua tanda mengarah pada kerugian. Jangan berdagang lebih lagi dengan harapan bahwa pasar akan berbalik ke dalam kehendak anda, hal ini hanya akan mempercepat kerugian anda.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">Jangan bertaruh di ladang ini</span><br />
Jangan berlebihan dalam bertransaksi. Satu dari sekian banyak kesalahan biasa bahwa pedagang membuat leverage yang terlalu tinggi dari rekening mereka dengan berdagang ukuran besar yang banyak daripada seharusnya mereka memperdagangkan secara bijaksana saldo mereka. Leverage merupakan pedang bermata dua. Hanya karena satu lot (100,000 unit) dari mata uang hanya diminta $1000 sebagai margin minimum deposit, itu bukan berarti kalau seorang pedagang dengan $5000 dalam rekeningnya dapat melakukan transaksi sebanyak 5 lot. Satu lot adalah $100,000 dan harus diperlakukan sebagai $100,000 investasi dan bukannya menaruh $1000 sebagai batasan. Banyak pedagang menganalisa grafik dengan benar dan menempatkan transaksi yang bijaksana, juga mereka cenderung untuk berlebihan menetapkan leverage mereka sendiri. Sebagai konsekuensinya, mereka seringkali terpaksa untuk keluar posisi pada waktu yang salah/tidak tepat. Aturan terbaik adalah untuk berdagang <span style="font-family: georgia;">dengan 1-10 leverage atau tidak pernah menggunakan saldo anda lebih dari 5 pada waktu yang diberikan. Berdagang mata uang tidaklah mudah. (jika mudah, setiap orang akan menjadi milyuner!)</span></div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="font-style: italic; color: #3366ff; font-weight: bold;">Psikologi Pasar</span></p>
<p>Terdapat 5 psikologi pasar yang mempengaruhi naik turunnya nilai mata uang:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Fundamental dan Teknis</li>
<li>Desas desus dan Berita</li>
<li>Kekhawatiran dan intervensi</li>
<li>Mentalitas Persamaan</li>
<li>Ikhtisar/ringkasan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-style: italic;">Penjelasan:</span><br />
<span style="color: #3366ff;">Fundamental dan Teknis</span></p>
<div style="text-align: justify;">Seorang idealis menginginkan kita untuk percaya bahwa nilai dari sebuah mata uang merupakan refleksi sesungguhnya dari evolusi ekonomi dan keadaan aset negara tersebut. Tidak ada lagi lainnya selain kebenaran. Nilai dari satu mata uang mencerminkan sentimen pasar dan apa yang mempengaruhi sentimen tersebut. Hal ini yang secara luas akan meliputi bab fundamental dari pelajaran ini. Pada bagian ini kami akan secara singkat melihat bagaimana perilaku pasar dan mencerminkan ke arah mana mata uang didapat dari pandangan prespektif pedagang.</div>
<div style="text-align: justify;">Para pedagang menggunakan 2 alat dasar untuk memandu mereka dalam membuat strategi untuk bertransaksi, yaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknik. Kami menekankan pada teknis karena para pedagang di dunia menggunakan grafik-grafik dan peralatan-peralatan yang hampir sama dalam memprediksi tren pasar. Alasan pasar kadangkala sangat dapat diramalkan adalah jika mayoritas menggunakan grafik yang sama untuk menentukan pola dan tren, kemudian kedua hal ini sangat mungkin berlaku dalam gaya yang serupa. Jadi beberapa ribu pedagang yang semuanya memiliki pemetaan garis resistensi yang sama akan sangat mungkin merancang pengarahan dan perdagangan mereka sesuai dengan garis tersebut.</div>
<div style="text-align: justify;">Dengan kata lain fundamental sebagai pengumuman data ekonomi, ancaman dari perang atau peristiwa individu dapat membuat pasar berada dalam keadaan gila-gilaan. Hal ini perlu diperhatikan ketika membuat keputusan untuk bertransaksi atau tidak.</div>
<div style="text-align: justify;">Pasar selalu bereaksi sebelum data ekonomi diumumkan, secara umum penempatannya menurut pada pengharapan pasar dari data. Jika terdapat perbedaan dari pengharapan &#8211; pengharapan tersebut, pasar akan bereaksi secara negatif atau positif. Kadangkala, strategi yang baik ditemukan dalam pasar yang diam adalah penempatan pesanan untuk transaksi baik sisi dari harga pasar saat ini sebelum data utama diumumkan dan perdagangan akan diaktifkan jika terdapat pergerakan mendadak. Hal ini tidak mempengaruhi ke arah mana perdagangan akan pergi, paling tidak satu transaksi akan diaktifkan dengan arah yang benar.</div>
<div style="text-align: justify; font-style: italic;">Catatan peringatan: terkadang sedikit pukulan cemeti dapat terjadi dan perdagangan yang salah akan diaktifkan.</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><br />
Desas desus dan Berita</span></p>
<div style="text-align: justify;">Di sini terdapat perbedaan pendapat yang tiada henti antara beberapa pedagang tentang apa yang paling penting: Analisa fundamental atau Analisa teknik. Kebanyakan pedagang menggunakan analisa teknik, banyak dari mereka tidak menggunakan analisa fundamental sama sekali. Hal ini merupakan tindakan terbodoh yang dilakukan jika seseorang mengabaikan sama sekali analisa fundamental seperti mereka seringkali menjelaskan perubahan mendadak yang terjadi dalam sentimen pasar. Umumnya, seorang pedagang akan memperoleh layanan berita peristiwa dunia seperti adanya bom di suatu tempat atau pengumuman data ekonomi dapat menjadi katalisator untuk menciptakan pergerakan dalam pasar. Lebih lagi bahwa bukan pergerakan yang mengikuti tingkah laku teknikal.</div>
<div style="text-align: justify;">Ketika mengamati layanan berita, sangatlah penting untuk tidak terjerat dalam desas desus. Biasanya desas desus berkisar tentang kontrak-kontrak futures tentang berakhirnya nilai mata uang pada harga yang pasti. Desas desus ini lebih sering terjadi daripada tidak dimana para pedagang dan lembaga terjerat dalam posisi seharusnya mereka tidak berada didalamnya dan mencoba untuk membicarakan naik atau turunnya pasar.</div>
<div style="text-align: justify;">Pasar bereaksi terhadap peristiwa dunia. Ancaman perang atau tindakan teroris juga dapat mengirim pasar ke dalam tren dan arah baru dalam hitungan menit. Biasanya setelah peristiwa ini, pasar cenderung untuk kembali ke pola perdagangan biasa.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Kekhawatiran dan Intervensi</span><br />
<span style="color: #3366ff;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;">Dikarenakan oleh ukuran Forex tidak satupun negara atau lembaga dapat memiliki pengaruh yang lama pada pasar. Bagaimanapun beberapa negara menggunakan bank-bank sentral mereka untuk mempengaruhi pasar baik dalam masa sebentar maupun lama.</div>
<div style="text-align: justify;">Pada tahun 2002, Bank of Japan merasa dolar US menurun terlalu cepat terhadap Yen dan mulai mempengaruhi daya saing dari ekspor Jepang ke Amerika. Dalam upaya penghentian tren, mereka menempatkan pesanan untuk dolar US sampai dengan 10 milyar dolar pada waktu yang sama dalam menit. Pasar bereaksi terhadap dolar US hingga naik sampai dengan 150 poin dalam menit. Mereka menggunakan taktik ini kapan saja dan pada harga yang berbeda. Pengaruh sesungguhnya dari 10 miliar secara umum menetap sebentar dalam pasar dimana perdagangan 1.5 trilyun dolar sehari, tapi kekhawatiran yang tiada henti berkembang di pasar sehingga diperlukan waktu beberapa bulan untuk mengelola dolar US terhadap Yen.</div>
<p style="text-align: justify;">Hanya pembicaraan dari intervensi akan sering terlihat dolar US berbalik dari kecenderungan untuk menurun.</p>
<p><span style="color: #3366ff;">Mentalitas Persamaan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Biasanya semangat keuntungan suatu transaksi dan berlanjut bergerak naik atau turun dan tidak digerakan oleh apapun daripada seseorang mengikuti seseorang lainnya. Sebuah data diumumkan atau peristiwa dapat memicu beberapa pedagang untuk membeli atau menjual. Pedagang lainnya melihat pergerakan dan memutuskan kemungkinan berjalan terus atau sedang berlangsungnya tren baru. Mereka sedang dalam penempatan pesanan atau menjual posisi mereka dan pergerakan baik naik atau turun mengatakan untuk memperoleh keuntungan. Harga akan berlanjut naik atau jatuh pada langkah kenaikan yang cepat hingga beberapa pedagang memasuki pasar atau mengurangi pembukaan mereka yang telah jatuh dan harga mulai keluar dari level yang ada. Tambahan, banyak dari para pedagang yang terlalu cepat bertindak dalam berdagang dapat memperoleh keuntungan atau membeli kembali, yang akan membawa pergerakan berhenti atau bahkan membalikkan tren, biasanya kembali ke harga awal atau menstabilkannya pada level yang baru. Hal ini selalu penting untuk tidak masuk ke dalam perdagangan ini hingga ada bukti dari penarikan kembali dan kemungkinan dari berlanjutnya tren. Ini adalah waktunya untuk melihat pada Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal untuk melihat apa yang menyebabkan pergerakan seperti itu dan kemungkinan kelanjutannya. Di sini kita mengatakan bahwa perdagangan adalah rancangan bukan reaksi. Jangan berdagang berdasarkan reaksi, berdagang berdasarkan rancangan. Hanya pergerakan perdagangan atau rancangan grafik atau strategi anda yang mengatakan kepada anda untuk berdagang, atau berdaganglah jika grafik anda mengatakan pada anda bahwa masih terdapat banyak pergerakan dalam tren saat ini.</div>
<p style="text-align: justify;">
<span style="color: #3366ff;">Ikhtisar/ringkasan</span></p>
<div style="text-align: justify;">Untuk meraih sukses dalam bertransaksi, anda harus berhati-hati terhadap emosi anda sendiri dan pakailah peralatan-peralatan dan strategi-strategi dimana mereka tidak mempengaruhi keputusan anda. Pedagang tersukses di dunia lebih banyak adalah wanita, karena wanita memiliki komunikasi yang baik dan mereka bisa mengendalikan emosi mereka. Tidak ada tempat untuk perilaku sombong dan angkuh atau ketidakstabilan emosi dalam penempatan pasar.</div>
<div style="text-align: justify;">Pelajari dan amati alasan-alasan terjadinya fluktuasi dalam pasar, dapati itu dari Analisa Fundamental atau Analisa Teknikal atau kombinasikan keduanya. Aturan yang baik untuk diikuti adalah jika satu atau lainnya tidak kelihatan benar &#8211; jangan melakukan transaksi. Jangan pernah melakukan transaksi atas tren hanya demi menjadi berbeda dari yang lain, kami tegaskan berkali-kali melalui manual ini &#8220;TREN ADALAH TEMAN ANDA&#8221;.</div>
<div style="text-align: justify;">Pengalaman akan memberikan kemampuan kepada anda untuk mengerti psikologi dari pasar dan untuk mengukur keseimbangan antara analisa fundamental dan analisa teknikal.</div>
<div style="text-align: justify;">Anda hanya perlu berhati-hati akan emosi anda sendiri dan gunakanlah perubahan perilaku yang diperlukan, ini akan memampukan anda untuk menjadi pedagang yang sukses.</div>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, mengertilah bahwa tidak ada satupun dari pelatihan, pengertian ataupun informasi yang dapat menjadikan anda pedagang yang baik. Kuncinya adalah untuk mampu berdagang dalam tingkat emosi yang benar dan tanpa kekhawatiran. Jika anda tidak merasa diri anda benar, menjauhlah sampai anda merasa diri anda benar. Jangan mencoba bertransaksi lebih untuk menutupi kekalahan atau meningkatkan keuntungan anda; bertahanlah pada rencana. Kenalilah kekuatan dan kelemahan anda. Ambil tanggung jawab untuk diri anda sendiri, investasi anda dan emosi anda.</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html" title="panduan marketiva">panduan marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html" title="Keuntungan dan kerugian pendidikan asing yang ada di indonesia">Keuntungan dan kerugian pendidikan asing yang ada di indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html" title="menghitung keuntungan marketiva">menghitung keuntungan marketiva</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/panduan-marketiva-forex-umum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Marketiva: Kisah Sukses Bagian 4 (Habis)</title>
		<link>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 00:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar forex di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar forex di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank sentral di Denmark dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis, juga duduk dan bermain di banyak ruang transaksi forex. &#8220;Waktu itu kepala dealing room Jakarta pindah, jadi saya disiapkan untuk menggantikannya. Saya sadar, untuk jadi dealer harus punya pengalaman dan cakrawala dengan duduk di pusat keuangan dunia.&#8221;</p>
<p>Penempatan dealer di BI sebenarnya bertujuan untuk mengelola cadangan devisa sejumlah AS $ 6 miliar dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Bukan untuk memperdagangkannya. &#8220;Maka di luar jam kerja, saya main margin trading atas nama pribadi, bukan BI.&#8221;</p>
<p>Setelah 5 tahun bermukim di Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa saja. &#8220;Wah, percaya dirilah saya. Pekerjaan BI yang diidamkan banyak orang nggak terlalu menggiurkan lagi,&#8221; kata Theo.</p>
<p>Maka, ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan bermain forex membuatnya malas bersekolah. &#8220;Jiwa saya player, jadi saya tak jadi masuk LSE meskipun sudah diterima. Saya main valas terus, dan ingin menikmati hasilnya. Saya ingin menikmati hidup bukan sebagai pegawai BI yang bertahun-tahun cuma bisa naik mobil sederhana.&#8221;</p>
<p>Saat main margin trading, pertengahan 1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung masuk kantung sendiri. Pokoknya main untuk meramaikan. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang diterka. Dolar turun searah. Tapi sejak 1987, peluang meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.</p>
<p>Soal kesempatan meraup untung memang tak ada yang lebih cepat daripada main valas. &#8220;Saya masih ingat, hanya dengan mengangkat telepon dari vila di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat AS $ 60.000 semalam.&#8221;</p>
<p>Kisah &amp; Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Telepon memang diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi. Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya. &#8220;Tapi hidup saya tak habis di sana. Apa lagi saya harus membagi pengetahuan kepada banyak orang. Kalau menulis dan bikin analisis, saya tak main. Saya meramal dan menghitung, biar orang lain yang dapat keuntungan.&#8221;</p>
<p>Theo tak terikat pada suatu lembaga keuangan. Kalau mau main, ia sendiri yang menentukan. Sejak tahun lalu, ia mendirikan perusahaan jasa konsultasi pasar uang Speed Currency. Bagi yang ingin tahu atau ingin main valas boleh jadi pelanggan. Dengan membayar AS $ 100/bulan, Theo pun memberi analisis dan panduan.</p>
<p>&#8220;Cita-cita saya membuat Speed Currency seperti Bloomberg. Ia besar dan disegani, meski awalnya juga dirintis di garasi,&#8221; ia menunjuk garasi di rumahnya yang berhalaman luas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga bertindak sebagai fund manager. &#8220;Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh, karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar,&#8221; kata Theo bangga.</p>
<p>Karena bekerja di rumah, Theo tak terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur.</p>
<p>Theo menganggap, anak-anak lebih memerlukan kebersamaan ketimbang uang. Tak soal ia telah punya vila di Puncak, Jawa Barat, dan hotel di atas tanah 10 ha di Manado. Anak-anak pula yang menghadirkan cerita unik bagi perjalanan hidup Theo. Saat masih di dalam kandungan, kecuali si bungsu Daniel (hampir 2 bulan), mereka berada di tempat yang jauh dari rumah. Dari yang sulung tempatnya paling jauh, sampai si bungsu yang paling dekat. Namun akhirnya semua lahir di Jakarta.</p>
<p>Menurut istrinya, Sandra Pingkan Adriana Lolong (38), si sulung Monika (12) berada di dalam kandungan saat mereka di New York . &#8220;Barulah 2 bulan menjelang melahirkan, saya kembali ke Jakarta,&#8221; kata Sandra. Begitu pula Abi (9) yang dikandung saat mereka tinggal di London. Keisha (7) anak ketiga, dikandung di Singapura. Sedangkan Dorothea (5) dikandung sewaktu mereka di Manado. Barulah anak ke-5, Daniel, menghabiskan seluruh masa janin hingga lahir di Jakarta.</p>
<p>Jumlah anak sampai 5, bagi pasangan Theo dan Sandra juga cerita tersendiri. Theo memang dari keluarga besar, namun Sandra hanya 2 bersaudara. Setelah kelahiran Abi, keduanya ingin ber-KB. &#8220;Tapi apa mau dikata, kebobolan terus. Selain mengalami beberapa kegagalan, saya pun pernah kehilangan spiral,&#8221; kata Sandra. &#8220;Akhirnya, setelah melahirkan Daniel, saya minta disteril.&#8221;</p>
<p>Buat pasangan ini, anak-anak adalah segalanya. Mereka yang terbiasa memanggil &#8220;Papa Theo&#8221; adalah rekan sepanjang hidup, sekaligus jadi rem manakala Theo terlalu keasyikan bermain uang. (G. Sujayanto/A. Heru Kustara/Mayong S. Laksono).</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="cara bermain forex di marketiva">cara bermain forex di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="Kerugian marketiva">Kerugian marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="orang yang sukses dengan forex marketiva">orang yang sukses dengan forex marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="Orang yang pernah berhasil di marketiva">Orang yang pernah berhasil di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="orang sukses marketiva">orang sukses marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="orang berhasil marketiva">orang berhasil marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="orang berhasil dari marketiva">orang berhasil dari marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="marketiva jakarta">marketiva jakarta</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="kisah sukses trading gold">kisah sukses trading gold</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html" title="kerugian ikut marketiva">kerugian ikut marketiva</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-4-habis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Marketiva: Kisah Sukses Bagian 3</title>
		<link>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan. Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard&#8217;s &#38; Poor, sekalipun banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan.</p>
<p>Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard&#8217;s &amp; Poor, sekalipun banyak dicibir, pengaruhnya terhadap pasar sangat besar. Peringkat buruk yang disandangkan kepada Indonesia, Maret lalu, adalah klimaks dari kesulitan eksternal. Alat pembayaran berjangka seperti letter of credit (L/C) tak diterima, investor asing pun tak serta merta datang buat menanamkan modal. &#8220;Dengan peringkat itu, pembeli kertas berharga dari Indonesia tak lagi dianggap berinvestasi, melainkan dicurigai mau berspekulasi,&#8221; kata Theo. &#8220;Kalaupun saya, misalnya, menempatkan diri sebagai broker untuk mendatangkan uang dari investor asing, sekarang ini sangat sulit. Ketidakpercayaan demikian kuat, perlu waktu lama untuk memulihkannya.&#8221;</p>
<p>Pasar uang dunia memang sulit dilawan. Kalau kekayaan big boys sangat besar, itu konsekuensi dari hakikat pasar uang. &#8220;Istilahnya a snowball business, bisnis yang menggelinding bagai bola salju. Orang harus jadi besar untuk survive.&#8221;</p>
<p>Bisnis pasar uang, menurut Theo, menganut filosofi dasar: bukan soal berapa jumlah uang yang akan Anda peroleh, melainkan berapa jumlah uang yang siap Anda habiskan. Gambarannya, jika seseorang kerja keras sepanjang tahun hingga memperoleh uang Rp 1 miliar, akan sangat keliru kalau menggunakannya untuk main forex. Tetapi jika seseorang mendapat lotere Rp 1 miliar, yang Rp 800 juta untuk beli rumah/tanah, Rp 100 juta untuk beli kendaraan, dan sisanya untuk main forex, silakan saja. &#8220;Maka, kalau ada seorang fund manager siap menghabiskan AS $ 5 miliar di pasar forex, tak terbayang berapa besar kekayaannya&#8221;</p>
<p>Kisah &amp; Cerita Trader Sukses Trading Forex (Valas) Bisnis di pasar uang tak sama dengan judi. Kata Theo, jika judi nasib pelaku 100% tergantung pada kartu, &#8220;Di pasar uang ada hal-hal yang bisa diperhitungkan dan dicarikan peluang.&#8221;</p>
<p>Menurut Theo, ada 7 tingkat yang harus dicapai untuk betul-betul memahami bisnis ini. Selain 4 faktor penentu nilai mata uang yang sudah disebut tadi, ada beberapa hal lain seperti lobi atau hubungan, termasuk kemampuan berbahasa, faktor intelijen alias daya endus informasi, dan hal paling abstrak dan sulit, sehingga orang tak sanggup berpikir lagi. &#8220;Misalnya, semua faktor telah terpenuhi, prediksi sudah dilakukan, tapi tak ada action. Ketika faktanya sama dengan yang sebelumnya telah diperhitungkan, muncul rasa sesal kenapa tidak begini kenapa tidak begitu. Itulah yang saya maksud tingkat ketujuh.&#8221;</p>
<p>Sekalipun menggiurkan, bisnis di pasar uang penuh kekecewaan. &#8220;Karena apa? It&#8217;s about money. Orang hanya tergiur melihat angka. Mereka ramai-ramai bermain, sementara tatanan dan hukumnya tak mudah dipelajari. Lagi pula dunia itu sudah dikuasai mafia, big boys, dalam cara kerja yang terintegrasi. Apa pun permainan para pendatang, mafia-lah yang memperoleh keuntungan&#8221;</p>
<p>Menurut Theo, setelah perang dingin reda dan komunisme runtuh, tak ada lagi kekuatan yang punya daya penghancur sangat dahsyat selain uang. &#8220;Ketika uang menjadi komoditas, dampaknya global. Bencana keuangan di suatu negara segera bisa merembet ke negara lain. Siapa sekarang orang kaya di kawasan krisis yang merasa terjamin hingga 7 keturunan? Tak terbayangkan, uang bisa berlipat kali atau hancur sama sekali hanya dalam hitungan hari.&#8221;</p>
<p>Jika ditarik ke dimensi filosofis, kata Theo, krisis ekonomi adalah akibat ulah manusia yang menganggap uang sebagai ideologi. Fakta menunjukkan, miliaran AS $ telah menguap entah ke mana. Lembaga keuangan banyak yang rugi, Soros rugi, demikian pula para big boy. Tak jelas ke mana uang-uang itu pergi.</p>
<p>&#8220;Inilah tanda-tanda zaman,&#8221; kata Theo. &#8220;Tuhan kasih antibiotik untuk mereka yang terlalu menghamba pada uang. Orang kaya pusing, konglomerat pusing. Rasain.&#8221;</p>
<p>Main uang karena ingin menikmati hidup</p>
<p>Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. &#8220;Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. &#8220;Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur,&#8221; papar Theo mengenang.</p>
<p>Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 &#8211; 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. &#8220;Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar.&#8221;</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses trader forex">kisah sukses trader forex</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah trader sukses">kisah trader sukses</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="trader forex sukses">trader forex sukses</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses trader">kisah sukses trader</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses trader forex indonesia">kisah sukses trader forex indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses trader indonesia">kisah sukses trader indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="rahasia sukses marketiva">rahasia sukses marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="kisah sukses forex trader">kisah sukses forex trader</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="pengalaman trader sukses">pengalaman trader sukses</a>, <a href="http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html" title="orang yang sukses di marketiva">orang yang sukses di marketiva</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/tutorial-marketiva-kisah-sukses-bagian-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Berita Valas / Forex Bahasa Indonesia dan English</title>
		<link>http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 00:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[berita forex bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita forex indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita valas]]></category>
		<category><![CDATA[situs berita forex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wikamaha.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa situs yang menyediakan berita forex / valas dalam bahasa Indonesia: http://vibiznews.com/ http://www.finance.roll.co.id/ http://belajarforex.com/ http://www.detikfinance.com/ http://economy.okezone.com/ Beberapa situs yang menyediakan berita forex dalam bahasa Inggris: http://www.tradingeducation.com/ http://forexfactory.com/ http://www.babypips.com/ http://www.bloomberg.com/ berita valas, berita forex indonesia, berita marketiva, berita forex bahasa indonesia, situs berita forex, cara bermain marketive pemula, marketiva adalah caranya, situs berita update forex, stus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa situs yang menyediakan berita forex / valas dalam bahasa Indonesia:</p>
<ul>
<li><a target="_blank" href="http://vibiznews.com/" target="_blank">http://vibiznews.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.finance.roll.co.id/" target="_blank">http://www.finance.roll.co.id/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://belajarforex.com/" target="_blank">http://belajarforex.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.detikfinance.com/" target="_blank">http://www.detikfinance.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://economy.okezone.com/" target="_blank">http://economy.okezone.com/</a></li>
</ul>
<p>Beberapa situs yang menyediakan berita forex dalam bahasa Inggris:</p>
<ul>
<li><a target="_blank" href="http://www.tradingeducation.com/" target="_blank">http://www.tradingeducation.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://forexfactory.com/" target="_blank">http://forexfactory.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.babypips.com/" target="_blank">http://www.babypips.com/</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.bloomberg.com/" target="_blank">http://www.bloomberg.com/</a></li>
</ul>
<br><a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="berita valas">berita valas</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="berita forex indonesia">berita forex indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="berita marketiva">berita marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="berita forex bahasa indonesia">berita forex bahasa indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="situs berita forex">situs berita forex</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="cara bermain marketive pemula">cara bermain marketive pemula</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="marketiva adalah caranya">marketiva adalah caranya</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="situs berita update forex">situs berita update forex</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="stus berita mengenai forex">stus berita mengenai forex</a>, <a href="http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html" title="www finance roll co id">www finance roll co id</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/situs-berita-valas-forex-bahasa-indonesia-dan-english.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab Resesi Amerika</title>
		<link>http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 08:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab bangkrutnya lehman brothers]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab resesi amerika]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab resesi ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya &#8221;menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba: Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta  saya &#8221;menceritakan” secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan  di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang  sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:</p>
<p style="text-align: justify;">Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus  berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba  sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap  tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan  direkturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau  tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang  mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya  harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.<br />
<span id="more-348"></span>Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu  orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek  perusahaan mereka.
</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau  para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih  tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin  jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen)  yang kian banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana  dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau  cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi  cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal,  hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa  tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang  bisa untung, tapi kadang bisa rugi?</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target.  Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya.  Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO.  Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung  sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus  yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih  besar dari gaji Presiden George Bush . Mana bisa dengan gaji sebesar  itu masih stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian  seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa  untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan,  harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin  jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja  jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak  dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya  hostile take over.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi  untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa  mendapat jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para  direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar  setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus  naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar.  Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana .</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan  kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli  kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan  kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin  maju lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau  tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau  Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa  menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya  cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lebih dari 60 tahun cara &#8221;membesarkan&#8217; &#8216; perusahaan seperti  itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi  kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi  penguasa dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, itu belum cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap  tidak cukup lagi: harus computerized!</p>
<p style="text-align: justify;">Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus  meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah  sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga  belum cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi  perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus  meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan  dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah,  harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah.  Demikian juga mobilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan  beli rumah?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa  lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar?  Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana  bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana  perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya,  semua perusahaan harus semakin besar?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada  1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut &#8221; Deregulasi Kontrol  Moneter &#8221;. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat  diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh  mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara  pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan,  asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang  dimanfaatkan perbankan secara nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Begini ceritanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam  undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan  memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja  seperti KPR, meski tidak sama).</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh  ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan  bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan  bunga 6 persen setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage.  Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan  properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat  dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan keluarnya &#8221;jalan baru&#8221; pada 1980 itu, terbuka peluang untuk  menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup.  Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif.  Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan.  Maka, ada lagi &#8221;jalan baru&#8221; yang dibuat pemerintah enam tahun  kemudian. Yakni, tahun 1986.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu  isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga  berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya  rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam  fasilitas itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan  yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti  di Swedia atau Denmark , gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen.  Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan  gratis. Hari tua juga terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat  drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun  berikutnya.  Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar  setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun- tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD  700 miliar setahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata &#8221;mortgage&#8221; berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis.  Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah.  Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah.  Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh  menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet,  rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar  bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak  membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda  harus langsung pergi dari rumah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti  Lehman Brothers?</p>
<p style="text-align: justify;">Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya  karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh  &#8221;para pelaku bisnis keuangan&#8221; sebagai peluang untuk membesarkan  perusahaan dan meningkatkan laba.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas  mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli  rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para  pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi  untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli  rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya  terus naik.  Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar , bank masih untung.  Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam  undang-undang perbankan yang keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan &#8221;bank  jenis lain&#8221; yang disebut investment banking.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah investment banking itu bank?</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan. Ia perusahaan keuangan yang &#8221;hanya mirip&#8221; bank. Ia lebih  bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat  banyak hal: menerima macam-macam &#8221;deposito&#8221; dari para pemilik  uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli  saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private  placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa  melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers,  Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi  pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan  dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam  kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment  banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang  dengan istilah &#8221;personal banking&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu  yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di  sana , saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit.  Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih  itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu  saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau  menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada  dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk  memutar cash-flow.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu  hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage,  yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta  mortgage.</p>
<p style="text-align: justify;">Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan  oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup  seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke  atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik  atau  turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah  lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600.  Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus  melakukan penghematan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian  tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500  sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar , rumah itu bisa  disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi  dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu  kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit.  Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah.  Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun  harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai  pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar .</p>
<p style="text-align: justify;">Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula  menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang  lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi  itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang  lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu  roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu?  Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5  triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana  APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana  itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar  lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau  menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan  sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh  bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah  dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak  perusahaan dan orang Indonesia yang &#8221;menabung&#8221; &#8211; kan uangnya di  lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan  itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya  tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya  pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.</p>
<p style="text-align: justify;">Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu  menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan  dunia.  Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan  sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang  tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana . Kita, setidaknya,  masih bisa menanam jagung.(*)</p>
<p style="text-align: justify;">[Dikutip dari milis Tangan di Atas; Dikutip dari jawapos. Judul Asli: Kalau Langit Masih Kurang Tinggi. Oleh: Dahlan Iskan].</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab resesi">penyebab resesi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab resesi ekonomi">penyebab resesi ekonomi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab terjadinya resesi">penyebab terjadinya resesi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab resesi ekonomi amerika">penyebab resesi ekonomi amerika</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="sebab resesi ekonomi">sebab resesi ekonomi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab resesi di amerika">penyebab resesi di amerika</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab kebangkrutan lehman brothers">penyebab kebangkrutan lehman brothers</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="penyebab keadaan ekonomi resesi">penyebab keadaan ekonomi resesi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="resesi eropa penyebab">resesi eropa penyebab</a>, <a href="http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html" title="analisa penyebab bangkrutnya lehman">analisa penyebab bangkrutnya lehman</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/penyebab-resesi-amerika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Cegah Hyper Inflasi di Indonesia</title>
		<link>http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 16:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas / Forex Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Forex]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Valas]]></category>
		<category><![CDATA[hyper inflasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.web.id/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 21 Desember 2005. Sahabat menuju sejahtera, dari Harian Kompas hari ini, kita bisa membaca tulisan berita tentang: Sierad PHK 1.500 pekerja, menyusul berita minggu lalu tentang gelombang PHK yang mulai terjadi di beberapa propinsi. Realisasi Proyek PU 74.4 % Target Ekonomi Meleset Disiapkan Paket Kebijakan, diantaranya adalah insentif di bidang perpajakan Lahan Tak Produktif, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta, 21 Desember 2005. Sahabat menuju sejahtera, dari Harian Kompas hari ini, kita bisa membaca tulisan berita tentang:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sierad PHK 1.500 pekerja, menyusul berita minggu lalu tentang gelombang PHK yang mulai terjadi di beberapa propinsi.</li>
<li>Realisasi Proyek PU 74.4 %</li>
<li>Target Ekonomi Meleset</li>
<li>Disiapkan Paket Kebijakan, diantaranya adalah insentif di bidang perpajakan</li>
<li>Lahan Tak Produktif, Ratusan Transmigran Minggat</li>
<li>Krisis Pangan, Paceklik, Warga Makan Oyek dan Tiwul</li>
<li>Sapi Jatim tidak bisa dipasarkan, kebanjiran daging sapi, ayam dan telur impor</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-255"></span>Sementara minggu lalu, kita juga membaca dan mendengar berita tentang aksi buruh diberbagai daerah: Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll, menuntut naik gaji. Bahkan tuntutan naik 100%!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana masa &#8216;keemasan&#8217; pertumbuhan ekonomi yang baru saja kita rasakan tahun 2003 dan 2004? Bagaimana mungkin pada tahun-tahun tersebut, saat inflasi kita hanya mencapai 5-6%, sekarang menjadi 18%???</p>
<p style="text-align: justify;">Kapan kita bisa sejahtera? Bila tahun lalu alasan kita bahwa suku bunga terlalu rendah, tidak ada gunanya menabung, sekarang kita menghadapi inflasi yang tinggi, meskipun suku bunga naik menjadi cukup tinggi, tidak ada lagi uang kita yang tersisa karena tergerus kebutuhan hidup yang melonjak akibat inflasi. Lantas kapan bisa sejahtera dengan menabung?</p>
<p>Apakah kenaikan gaji akan menyelesaikan masalah kita? Dalam kondisi seperti ini bukankah perusahaan kita juga mengalami kondisi yang sulit? Lantas, apa yang dapat kita lakukan?</p>
<p>Kita sering lupa, bahwa selain &#8216;Penghasilan&#8217;, kita juga memiliki &#8216;Pengeluaran&#8217;. Dalam kondisi &#8216;Penghasilan&#8217; kita meningkat, sudah pasti terjadi&#8230;, &#8216;Pengeluaran&#8217; kita juga segera meningkat. Gaya hidup kita berubah. Maka, Naik Gaji tidak secara mutlak merupakan jawaban dari masalah ini.</p>
<p>Kalau kita memilih naik gaji, artinya kita hanya fokus pada Penghasilan&#8230; kita lupa mengatur Pengeluaran kita. Akhir bulan, kita akan merasa pas-pasan lagi. Lantas apa manfaatnya? Selain itu, ada suatu BAHAYA BESAR yang mungkin saja mengintai kita.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">APA BAHAYA BESAR ITU?</span><br />
Pemerintah menaikkan suku bunga, seiring dengan naiknya inflasi, untuk menarik dana masyarakat. Istilah ekonominya adalah menarik jumlah uang beredar. Dengan menaikkan suku bunga, Pemerintah mengharapkan masyarakat menabung. Apakah itu bisa tercapai? Dengan semata Naik Gaji, bisa jadi masyarakat tidak menabung. Masyarakat terus konsumsi. Tidak ada &#8216;sense of crisis&#8217;. Maka &#8216;Fiscal Policy&#8217; pemerintah tersebut bisa jadi tidak efektif. Inflasi terus meroket karena &#8216;Demand&#8217; terus bertambah. Kita menghadapi bahaya HIPER INFLASI.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Mungkin ini adalah pemikiran yang terlalu pesimis?</span><br />
&#8216;Kemungkinan Terburuk&#8217; yang mungkin kita hadapi adalah HIPER INFLASI sebagaimana pernah terjadi pada negara Argentina, beberapa tahun yang lalu, atau negara Bolivia, suatu masa yang lalu. Saat itu, telur rebus seharga 1000 pada pagi hari, bisa menjadi 1.000.000 pada malam hari. Ada pula cerita, seseorang harus mendorong gerobak berisi penuh uang kertas yang dirampas gerobaknya karena nilai gerobak lebih berharga dari uang tunai itu sendiri.</p>
<p>Hal-hal apa yang dapat memicu kejadian HIPER INFLASI adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Inflasi tak terkendali (tentunya),</li>
<li> (Kebijakan Ekonomi) Pemerintahan yang gagal,</li>
<li> Obligasi / Surat Hutang Negara yang menjadi tidak ada harganya,</li>
<li> Tingkat Pengangguran yang tinggi,</li>
<li> Neraca Pembayaran Ambrol, Impor jauh lebih banyak daripada Ekspor,</li>
<li> Produksi dalam negeri menurun tajam,</li>
<li> Banyak perusahaan bangkrut,</li>
<li> &#8216;Goverment Spending&#8217; yang tidak efisien, tidak efektif, banyak kebocoran dan korupsi.</li>
<li> dan lain lain&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kondisi lain yang mungkin terjadi:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dana masyarakat yang terhimpun dalam bentuk SBI akan disalurkan oleh pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha. Bila risiko usaha dalam krisis adalah kegagalan, maka berapa banyak &#8216;biaya&#8217; yang akan terjadi?</li>
<li>Semakin tinggi beban ekonomi, meningkatnya biaya ekonomi karena pengangguran, kebijakan iklim investasi yang tidak efektif, pajak yang semakin tinggi (.. Anda sudah punya NPWP? ), akan semakin membuat &#8216;unit cost&#8217; produk dalam negeri menjadi semakin mahal, sehingga harga barang impor akan semakin murah.</li>
<li>Barang Impor yang semakin banyak akan menyebabkan Perusahaan Dalam Negeri gulung tikar&#8230;.</li>
<li>Sementara masyarakat kita makin terbuai mental &#8216;konsumtif&#8217;, budaya instant, tidak mau kerja keras, hanya mau kerja seminim mungkin gaji setinggi mungkin&#8230;, hanya semakin menciptakan budaya PASAR, bukan budaya PRODUKTIF.</li>
<li>Nilai mata uang akan semakin lemah, lemah&#8230;, lemah&#8230;. sampai akhirnya mungkin&#8230; tidak ada harganya&#8230;</li>
<li>Desakan kompetisi globalisasi semakin berat, semakin berat&#8230;.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">LANTAS APA PILIHAN UNTUK KITA?</span><br />
Apa solusi yang mungkin bisa kita pilih untuk kita usahakan?</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>KERJA LEBIH KERAS, LEBIH PRODUKTIF, LEBIH KERAS DAN PRODUKTIF&#8230; Bila kita hanya menuntut Naik Gaji, kita hanya berpikir jangka pendek. Dengan bekerja lebih keras, lebih produktif, kita membangun kesejahteraan jangka panjang. Ini pilihan nyaris mutlak. TIDAK ADA YANG BISA MEMBEBASKAN KITA DARI BAHAYA KETERPURUKAN, SELAIN USAHA KERJA KERAS. Coba kita pikirkan, bagaimana mental kerja kita dibandingkan dengan negara lain, yang sudah lebih makmur dari kita?</li>
<li>GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI. Biar pun mahal, gunakan produk dalam negeri. Bangun kebanggaan dan sekaligus bangun pondasi ekonomi negara sendiri. Bila ekonomi negara sendiri runtuh, siapa yang paling sengsara? Siapa yang mau membantu dengan tulus? Coba mulai dari yang kecil. Makanan, minuman, pakaian, peralatan kantor, sepatu, dll&#8230;. Lihat semua barang yang ada disekitar anda, yang anda gunakan sehari-hari&#8230; Meski produk dalam negeri lebih mahal, atur prioritas. Tidak perlu memiliki 3 barang kalau kita sudah cukup dengan 2 barang.</li>
<li>BERIKAN LEBIH, MINTA BELAKANGAN, MULAI DARI DIRI SENDIRI. Bila kita mengharapkan orang lain, pemerintah, perusahaan, untuk memberi lebih dahulu&#8230;., bila satu pihak mengharapkan pihak lain untuk melakukan &#8216;kewajibannya&#8217; dulu, maka tidak akan ada perubahan&#8230;.</li>
<li>BERHEMAT DAN BERINVESTASI. Badai mungkin ada didepan. Coba rasakan&#8230;. mungkinkah? Mungkin ya? Mungkin tidak? Apa yang mungkin dapat kita lakukan bila ternyata jawabannya adalah YA? Hemat, akumulasikan dan investasikan dana Anda pada tempat yang aman, atau lebih aman. Pertimbangkan Risiko.</li>
<li>JANGAN SALAHKAN SIAPA-SIAPA, LAKUKAN DAN AJAK TEMAN ANDA. Menyalahkan pihak lain tidak akan memberikan manfaat kepada kita. Saling menyalahkan tidak akan mengubah apapun. Jangan salahkan siapa pun, pemerintah, perusahaan,&#8230; negara lain, &#8230; bila terjadi masalah dalam ekonomi negara sendiri, bila kita sendiri turut memberikan kontribusi terhadap permasalahan tersebut.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ajak teman Anda untuk membuat perubahan. Forward pemikiran ini kepada teman, bila ANDA PEDULI.</p>
<p>Sahabat menuju sejahtera,<br />
Lakukan sesuatu. Each Cent Counts. Setitik peningkatan usaha pun berharga. Coba bawa pemikiran ini pada manajemen perusahaan Anda. Apa yang bisa dilakukan? KERJA KERAS, PRODUKTIF, Berhemat, Berinvestasi, Antisipasi.</p>
<p>Apakah Naik Gaji (saja) cukup untuk menjawab permasalahan Anda? Bila pemikiran ini dapat bermanfaat untuk antisipasi masalah di perusahaan Anda, saya terbuka untuk mendiskusikannya.</p>
<p>Salam Sejahtera. Sekaranglah Masa Kerja Keras!!!</p>
<p>Hendri Hartopo</p>
<p>Konsultan Keuangan, Perbankan, Investasi, Asuransi Direktur KOMMIT Sejahtera (Konsultan Koperasi Karyawan). Penulis Buku Laris &#8220;Save Or Sorry!&#8221;</p>
<p>Web: www.hendrihartopo.info<br />
Email: email@hendrihartopo.info -<br />
hendri_hartopo@yahoo.com<br />
Cell: 021.30118474 &#8211; 0815.9661067</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="Hyper inflasi">Hyper inflasi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="hiperinflasi di indonesia">hiperinflasi di indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="bahaya marketiva">bahaya marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="masalah hiperinflasi di indonesia">masalah hiperinflasi di indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="penyebab hyperinflasi">penyebab hyperinflasi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="penyebab hyper inflasi">penyebab hyper inflasi</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="mari kita cegah hyper inflasi di indonesia">mari kita cegah hyper inflasi di indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="hyper inflasi di indonesia">hyper inflasi di indonesia</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="contoh inflasi hyper">contoh inflasi hyper</a>, <a href="http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html" title="contoh berita mengenai hiperinflasi di indonesia">contoh berita mengenai hiperinflasi di indonesia</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/mari-kita-cegah-hyper-inflasi-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Valas Sederhana Bagian 4 dari 4</title>
		<link>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html</link>
		<comments>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 03:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MarketivaIndonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Fundamental]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Marketiva Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marketiva.purwochanger.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana bisa saya tahu harga yang sudah saya dapatkan sudah tergolong cukup tinggi? Anda hitung range rata-rata harian pasangan mata uang yang anda mainkan. Misalnya Euro-Usd rata-2x rangenya 115 poinan waktu anda akan entry anda sudah menghitung dan ternyata range sudah berada pada kisaran 112 poin sedangkan harga berjalan saat ini hanya selisih kurang 3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Bagaimana bisa saya tahu harga yang sudah saya dapatkan sudah tergolong cukup tinggi?</span></p>
<p style="text-align: justify;">Anda hitung range rata-rata harian pasangan mata uang yang anda mainkan. Misalnya Euro-Usd rata-2x rangenya 115 poinan waktu anda akan entry anda sudah menghitung dan ternyata range sudah berada pada kisaran 112 poin sedangkan harga berjalan saat ini hanya selisih kurang 3 poin dari harga tertinggi ini sudah bisa dikatakan anda sudah memperoleh harga yang cukup tinggi bukan.</p>
<p>Sesial-sialnya anda, misalnya harga masih bisa naik lagi paling hanya selisih 20 poinan lagi tidak sampai kena sampai ratusan poin bukan.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p>Secara logika sederhana seandainya anda sudah mendapat harga yang sudah tergolong paling tinggi misalnya. Memang ada kemungkinan harga bisa naik lebih tinggi lagi tapi minimal selisihnya sudah tidak terlalu banyak bukan.</p>
<p>Contoh :<br />
EURO-USD rata-rata range hariannya 115 poin</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Waktu anda akan masuk market</span><br />
High : 1.1804<br />
Low : 1.1690<br />
Harga tick bergerak saat itu: 1.1802<br />
High – Low = 114 poin<br />
Selisih dari harga High ke harga Tick = 2 point</p>
<p>Anda memutuskan untuk entry sell EURO-USD bisa jadi harga akan terus bergerak naik misalnya sampai ke 1.1815. Anda akan mengalami minus 13 point tetapi jika benar terjadi demikian artinya sudah bisa dikatakan tidak mungkin lagi anda sampai mengalami minus sampai 50 point ke atas karena range harganya pun saat anda masuk sudah diatas rata-rata.</p>
<p>Hal ini berbeda jika anda berpedoman pada indicator tehnikal RSI atau apalah yang lainnya itu saya yakin pada saat harga 1.1780 an saja sudah masuk ke indicator overbought dan bagi anda yang tidak mengetahui trick ini sudah memutuskan untuk entry dan pas harga di swing oleh market menuju ke 1.1815 anda sudah berkeringat dingin bukan? Bahkan mungkin anda sudah memutuskan untuk cutt loss.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Rahasia 4 Unsur</span><br />
Dalam bertrading forex ada 4 macam pair Major seperti yang sudah dibahas diatas. Dalam pengamatan saya ke 4 unsur ini satu sama lain saling berkaitan dimana terdapat fenomena misalnya jika Euro-USD dan GBP-USD naik maka USD-CHF dan USD-JPY menurun mungkin sebagian dari pembaca sudah mengerti akan hal ini.</p>
<p>Tapi jika diperhatikan lebih lanjut lagi ada suatu keanehan yang kadang muncul, dimana salah satu pasangan mata uang tetap bertahan atau Cuma berjalan di tempat saja naik 5-10 point lalu turun lagi 5-10 poin.</p>
<p>Segera cek masing-masing range ke 4 pairs tersebut biasanya pasti salah satunya sedang berada dalam kondisi belum balance dan sedang berusaha menyesuaikan ketertinggalan rangenya sementara yang lainnya tetap berusaha menjaga kestabilan harga high atau lownya supaya tidak terlalu over.</p>
<p>Memang sedikit membingungkan dan sukar diceritakan secara tertulis hal ini bisa anda pelajari dengan berlatih membaca pergerakan major pairs tersebut gunakan logika maka akan anda temukan kuncinya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Menghindari Signal palsu</span><br />
Salah satu kekurangan tehnikal indicator dan charting grafik adalah kurang bisa mendeteksi signal palsu tampilan grafik dan tehnikal indicator seolah-olah sudah menunjukan overbought misalnya. Tapi pada kenyataanya harga terus melambung tinggi seolah sudah tidak peduli lagi pada segala macam aturan standart.</p>
<p>Keunggulan tehnik analisa Range point adalah bisa mengantisipasinya sehingga kita tidak termakan jebakan market atau Bandar. Memang tidak ada bukti nyata bahwa ke empat pasangan major pairs tersebut berkaitan tetapi berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan semua menunjukan bahwa memang ada kaitannya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Posisi ideal adalah saat kedua pasangan pairs tersebut sudah konfirm.</span><br />
Contoh:<br />
Anda open posisi sell EURO-USD lalu perhatikan lawannya misalnya USD-JPY. Pada saat EURO-USD reversal seharusnya USD-JPY juga mengalami reversal pula. Jika anda entry pada saat sudah terjadi hal demikian bisa hampir dipastikan 99% anda pasti menang mengantongi paling sedikitnya 10 point. Yang harus diingat adalah tidak selamanya misalnya EURO-USD berlawanannya dengan USD-JPY bisa jadi EURO-USD berlawanan dengan USD-CHF. Pokoknya salah satu diantara 2 pairs tersebut.</p>
<p>Seandainya terjadi hal yang abnormal misalnya, justru EURO-USD berlawanan dengan GBP-USD maka saya sarankan wait and see dulu mungkin pasar / Bandar sedang merencanakan sesuatu hal.</p>
<p>Hal tersebut tidak akan anda dapatkan kalau hanya mengandalkan chart grafik atau tehnikal indicator.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Prinsip keseimbangan</span><br />
Ke 4 major pair tersebut selamanya berusaha saling menseimbangkan hal ini tidak bisa dijelaskan perkata saya harap anda bisa membacanya. Cara membacanya adalah berpikirlah secara logika jangan terfokus hanya kepada salah satu pasangan mata uang saja.</p>
<p>Demikian, Semoga Bermanfaat.</p>
<br><a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="cara menang di marketiva">cara menang di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="trik forex marketiva">trik forex marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="trik menang marketiva">trik menang marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="cara cerdas menang marketiva">cara cerdas menang marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="trik menang di marketiva">trik menang di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="strategi menang di marketiva">strategi menang di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="rahasia menang terus valas">rahasia menang terus valas</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="trik agar main marketiva menang">trik agar main marketiva menang</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="agar menang terus di marketiva">agar menang terus di marketiva</a>, <a href="http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html" title="rahasia menang forex marketiva">rahasia menang forex marketiva</a>,]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marketiva.web.id/analisa-valas-sederhana-bagian-4-dari-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

